WELCOME IN MY BLOG...

Terima kasih anda telah bersedia mengunjungi blog pribadi saya...Sungguh kehormatan yang begitu besar buat saya... Semoga anda bisa memberikan koment-koment yang berarti buat saya. dan semoga kita bisa belajar bersama untuk memaknai kehidupan

Salam hangat

sandri/akang john

about me

Foto Saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
aku adalah seseorang yang sedang mencari jati diri, dan pembekalan hidup utk menghadap sang rabb...oleh karna itu, ku selalu belajar, dan terus belajar untuk memaknai hidup,mencoba menyelesaikan permasalahan2 yang ku temui dan sharing kepada orang lain kemudian berbagi kepada orang lain mengenai pengalamanku itu... semoga apa yang ku lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain...amien

Jumat, 20 Maret 2015

BUNDA PART. 4



IBU...
Ada Sebuah Kata yang ingin KuSiratkan padamu.
Untuk Menggambarkan Betapa Hebatnya dirimu.


Kau...
Lebih dari Seorang Wanita yang Mampu meLahirkanku.
Lebih pula dari Seorang Wanita yang mampu menyayangiku.

KeLembutan yang KuDapatkan Ketika balita tetap Terasa Saat ini juga.
KePerkasaan yang kulihat Samar ketika kecil, kini Terlihat jelas saat Dewasa kini.
Ketegaran yang KuPerhatikan ketika remaja begitu Nyata dijiwa dan Raga.

Kau Lebih dari Segalanya...
 

Ingin KuGambarkan betapa Hebatnya dirimu, lewat sebuah Kanvas Lukisan.
Namun itu tidak akan Sempurna karna kau lebih Hebat dari itu.

Ingin Kuceritakan Perjuangan Indahmu lewat Sebuah Buku karyaku.
Namun itu tetap Tidak akan Menarik dibaca Siapapun karena kau Lebih Indah dari itu.

Ingin KuPahatkan KeKokohan Jiwamu lewat sebuah Patung Ukiranku.
Namun itu Tidak akan MeWakilkan kekuatan, karna kau Lebih Kokoh dari semua itu.


Kau adalah Bagian yang TerPenting dalam hidupku sampai Kapanpun.
Kau adalah Memori Internalku yang sangat KuButuhkan.
Kau adalah Tongkat Ketigaku yang memanduku untuk Seimbang.

Sebuah kata untukmu yang Kusiratkan.
Yaitu kau adalah PAHLAWANKU.

Sebuah KeSEMPURNAan

Sebuah KeSempurnaan yang aku Temukan.
Dari Pelupuk Matamu yang dalam Tenang.
Penuh KeDamaian dari binar-binar yang Tampak itu.
Namun Sayup KeHampaan Terkadang Muncul.
Saat Mentari Petang Bergegas menghilang.

Dimanakah KeSempurnaan yg Kulihat kemarin ???
Seperti Hilang begitu saja Tanpa ada Sisa makna.
Kau Tertunduk Rapuh dan Jatuh Tenggelam.
Apakah Penyesalan yg Kau Sedihkan?
Apakah Kerapuhan yg kau Ragukan?
atau Mungkin Kelemahan yg Kau Takutkan?

Maka katakanlah dengan Jujur !!!
Janganlah Sedih,Ragu,dan hilangkan Takut.
Karena ku kan berada disampingmu selalu.
Memberikan Warna yg memberi Makna.
Menggantikan Mentari yg Hilang itu.
Menerangimu dengan Cahaya kehangatan.
Penuh Kedamaian dan Ketulusan Cinta Kasih.

BERKAS RINDU



Ada berkas Rindu yang Hilang Tersapu.
Saat angin Melihatku duduk Termangu.
Kegundahan Jiwa Seperti mudah Terbaca.
Lewat Ekspresi Raut Muka yang Kecewa.


Aku Sampaikan pada Angin kawanku
Sebuah keinginan untuk Bertemu.
Lewat sebuah Lantunan Nada Rindu
Kutitipkan agar dapat sampai Padamu.


Wahai angin yang Berlalu.
Kau sangat Mengerti keadaan jiwaku
Meski kau memilih Menari bersama Hujan
Kemudian Membasahiku dan Meniupku.
Pijakkan kakiku tak Bergeser sedikitpun.


Wahai angin kawanku.
Kau tahu persis dimana dia Berada.
Bukankah kau yang Menghapus jejaknya.
Membuatku Bingung untuk mencarinya.


Lihat...
Sehelai daun Keringpun Menangis.
Ketika ia harus Terjatuh dari Pohon rumahnya.
Karna Perpisahan menjadi titik hidupnya.
Hingga ia Musnah dalam Kekecewaan dirinya.


Sudahlah, aku tak Tahan.
Kau bukan lagi Kawan Sejati
Yang mau Membantu dan Menyemangati.
Dan biarlah akan Kucari sendiri.
Bukan mengikut kepada arah Angin.
Namun mengikut nasehat suara hati.

BUNDA PART. 2



Bunda,
Aku memang tak melihat,
Hari di mana kau dilahirkan,
tetapi aku yakin...
Hari itu pastilah hari yang indah,
Langit memerah jambu,
Awan berdesakan hendak turun,
Mentari mengerlingkan mata,
Sorepun tak ingin beranjak menjadi malam,
Karena gembiranya dunia,
Menyambut kehadiran wanita mulia.

Bunda,
Aku memang tak melihat,
Hari di mana aku dilahirkan,
Hari yang kau senyumi,
Hari yang kutangisi,
Hari yang tak pernah kunanti,
Karena ketakutanku yang amat sangat,
Tentang sebuah balas budi,
Dan janji-janji bakti,
Yang tak mungkin kupenuhi,
Untuk mewujudkan harapanmu.

Bunda,
Aku masih bisa melihat senyummu,
Yang kurang lebih,
Hampir sama seperti senyummu dulu,
Ketika kau melahirkanku,
Tetapi ijinkan aku bertanya,
Bukankah bulan tak selamanya purnama?
Dan embun pagi akan diteguk binatang melata,
Akupun telah tak telanjang lagi,
Karena berbajukan keangkuhan,
maka karenanya menangislah bunda.


https://generusjaktim2.files.wordpress.com/2011/06/18046_103458979680420_100000489553015_93742_2759523_n.jpg

BUNDA PART.1

Bunda...
Walau di matamu,
Selamanya aku adalah Ranting kecil,
yang kau khawatirkan patah ditiup angin.

Dan kau cemaskan akan rapuh dan lemahku,
Tapi sesungguhnya aku ingin merindang,
melindungimu dari sedih nestapa.
Andai aku dipanggilNya terlebih Dahulu.
Ku ingin selalu datang ke bumi setiap malam,
bergayut di sayap malaikat Pembawa rahmat,
Yang menjinjing seribu salam indah dari surga,
Hanya untukmu bunda...

Ketika Air matamu menetes di atas sajadah.
Dalam Keheningan Tahajudmu Disepertiga Malam
Aku ingin Selalu berada disampingmu setia.
mendengarkan setiap untaian indah dalam lantunan doa
Yang kuYakin kau selipkan namaku didalamnya...
Kuingin melakukan Apapun yang kubisa untukmu.
yah... Apapun asal Bunda senang...
karena kesenangamu adalah nyawaku
.