WELCOME IN MY BLOG...

Terima kasih anda telah bersedia mengunjungi blog pribadi saya...Sungguh kehormatan yang begitu besar buat saya... Semoga anda bisa memberikan koment-koment yang berarti buat saya. dan semoga kita bisa belajar bersama untuk memaknai kehidupan

Salam hangat

sandri/akang john

about me

Foto Saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
aku adalah seseorang yang sedang mencari jati diri, dan pembekalan hidup utk menghadap sang rabb...oleh karna itu, ku selalu belajar, dan terus belajar untuk memaknai hidup,mencoba menyelesaikan permasalahan2 yang ku temui dan sharing kepada orang lain kemudian berbagi kepada orang lain mengenai pengalamanku itu... semoga apa yang ku lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain...amien

Kamis, 29 September 2016

Suara yang memanggil jiwa.

Suara yang memanggil jiwa.
Aku tak begitu mengerti tentang arti dari sebuah permainan rasa yang kau hadirkan dulu.
Akupun tak begitu tahu makna-makna dari suara asing yang hadir dalam lantunan hati yang sepi...
Haruskah aku berlari untuk menghindari setiap usikkan yang mengganggu pikiranku?
Atau haruskah kuabaikan saja semua itu, meski sangat menganggu diriku.
Kusadari jiwa ini terguncang tertiup angin kencang.
Rasa ini terbungkus rapat dalam memori kelam.
Semua terjadi setiap kuingat romansa itu.
Namun saat kutatap bintang-bintang malam yang terang.
Aku teringat saat itu...
Saat aku merajut rindu.
Lewat sebuah jalinan rasa dimasa lalu.


rasa Pujangga

Kuharap rindangnya rasa bertahan selamanya,
namun itu takkan bisa karena jiwa tidaklah sempurna.
Ini hanyalah harapan yang berbalutkan keinginan.
Mungkin takkan bisa menghadirkan kedamaian
Namun sekiranya semoga bisa bertahan
Setidaknya hingga keinginan menjadi kenyataan.

#pujangga.

Rindu

Ketika rindu mulai mengalun mesra
Sebuah ucapan kata cinta tak hadir menyapa
Lalu haruskah angin pergi tuk mendatangi
Demi mengobati kesyahduan dihati
Saat Kulihat rindu didedaunan malu
Mengingatkanku pada memori saat itu
Diwaktu Gejolak hati kian menjadi - jadi.
Rasa pun tak begitu mudah dipahami lagi.
Duhai bayangan yang mengadirkan kedamaian.
Maukah kau hadir mengobati rindu yang meraju.
Atau Kirimkanlah sepucuk aura kasih sayang.
Untuk mengobati seluruh rindu yang meradang...

#syair2Malam.

nada Dalam sebaris Kata

Ketika kuguratkan nada dalam sebaris kata.
Kuharap itu dapat menyentuhmu
Dalam setiap keheninganmu
Saat nyala mentari hadir dipagi hari. Akankah kutemukan cahaya yang terpancar dari wajahmu?
Tapi... Mungkin saja cerita itu telah berakhir tanpa kesan2 gemilang.
Padahal rasa ini belumlah hilang.
Memang begitu banyak tanda tanya yang menghadirkan keentahan cerita.
Namun ketidakpedulian itu bukanlah sesuatu yang kuharapkan.
Janganlah bertanya kepada ia yang tak ingin menjawabnya.
Cukuplah sebaris kata mewakili seluruh cerita.

#03/08/2016



Karena rindu tak mengenal waktu part 2

Karena rindu tak mengenal waktu part 2

Pada guratan senja,
langit tampak bercerita
Tentang rindu yang lama tak bersuara
Yang pergi entah kemana.

Dan kini rindu itu datang.
Dengan wujud yang begitu tenang.

Duhai rindu...
Aku teringat akan hal itu...
Disaat semua telah berlalu.
Kini hanya tinggallah diriku.
Sendiri dan hampa.
Tanpa kata dan suara.

Aku adalah bagian kepingan itu.
Yang sendiri dan menyepi
Hilang sunyi ditelan bumi
Tak mampu menguasai diri.

Puzzle kehangatan itu...
Teringat kembali dalam memori
Sejenak datang lalu kian pergi
Entah apa makna dirinya kini.
Kini kepingan itu tengah berjuang
Dengan keyakinan tuk bisa menang.
Ia bangun puing puing semangat.
Dengan berbekal niat dan tekad.
Mencari bagian puzzle yang tersembunyi
Agar mampu memahami sebuah arti.

ketika rindu tak mengenal waktu

Karena rindu tak mengenal waktu,
Maka ketika ia lama menunggu,
janganlah sesekali untuk berlalu.
Mungkin benar selalu ada rintangan.
Namun Hadapilah dengan tenang.

Perasaan terkadang harus teracuhkan.
Oleh sikap yang tak cukup dewasa.
Namun saat hati telah mengambil alih.
Semua rasa yang tiada akan berbicara.

Karena rindu tak mengenal waktu.

Meski kuinginkan kehadiran masa lalu
Semua itu belum tentu mengobati rindu
Ada banyak hal yang tidak mereka tahu.
Tentang sebuah arti dari keadaan hati.
Cukuplah rasanya untuk bisa memahami
Arti rindu yang tak mengenal waktu.

Minggu, 14 Agustus 2016

terlalu jauh


ku lelah mengejar mu, sebab
kau terlalu jauh
kau terlalu sempurna
kau terlalu istimewa
ku tak pantas mendapatkanmu,sebab
kau terlau indah
kau terlalu anggun
kau terlalu mempesona
ku menyerah mengejarmu, sebab
kau terlau mahal
kau terlau lincah
kau terlau langka

Rabu, 01 Juni 2016

keajaiban pertolongan tuhan

Seorang pria muda yang bekerja di Angkatan Darat Jepang yang selalu dihina karena ia percaya kepada ALLAH SWT

Suatu hari kaptennya berniat untuk mempermalukan dia dihadapan para tentara. Ia memanggil anak muda tersebut dan berkata : anak muda kemarilah, ambil kunci ini dan parkirkan mobil jeep itu didepan. Anak muda tersebut menjawab : "saya tidak bisa menyetir mobil kapten,"
Sang kapten berkata : " baiklah kamu meminta PERTOLONGAN dari TUHANmu , TUNJUKKAN BAHWA DIA ADA ,

Anak muda tersebut mengambil kunci mobil dan melangkah ke jeep tersebut dan Mulai Berdoa, anak muda itu memarkirkan jeep tersebut dengan baik dan sempurna di tempat yang kaptennya inginkan, anak muda tersebut keluar dari jeep itu dan melihat mereka semuanya Menangis,
Mereka bersama-sama mengatakan : " Kami mau melayani TUHANmu"

Tentara muda tersebut kaget dan bertanya : "apa yang terjadi" ?

Kapten tersebut menangis membuka kap mesin jeep tersebut lalu menunjukkan kepada anak muda tersebut bahwa mobil tersebut sebenarnya tidak ada mesinnya.

Lalu anak muda tersebut berkata : " Lihatlah, Inilah TUHAN yang aku layani,

TUHAN yang BISA MELAKUKAN yang TIDAK MUNGKIN menjadi mungkin, TUHAN yang MEMBERIKAN HIDUP kepada apa yang tidak ada, Anda mungkin berpikir masih ada banyak hal yang "tidak mungkin bisa terjadi ", TETAPI BERSAMA TUHAN SEMUANYA BISA TERJADI ..

Minggu, 27 Maret 2016

sudut tempat


Ketika ku melihatmu disudut tempat
Kulihat raut wajahmu yang berkerut
Hatiku tergugah ingin tahu
Apa kiranya yang terjadi padamu…

Tiba-tiba seseorang datang menghmpirimu
Lalu duduk disebelahmu dan tersenyum
Kalian saling bertegur sapa dan berbicara satu sama lain
Hatiku gundah melihat raut wajahmu yang berseri karnanya

Jika saja aku lebih cepat darinya
Akulah orang yang membuatmu berseri
Membuatmu tersenyum indah
Berada disampingmu,merasakan gelora asmara itu.

Namun kau ternyata telah memilih dia
Menjadikannya tambatan hatimu kini
Ku terjatuh lemah melihat keadaan itu.
Seakan tiada lagi arti hidupQ sekarang ini…

Kuingin rasa itu pergi menjauh
Menghilang dari pikiranQ selamanya
Tapi sulit untukq dapat melupakan
Pujaan hati yang dulunya kunanti nanti

Hari berganti hari,bulan berganti bulan
Kulalui hidup ini tanpa memikirkanmu
Berusaha menghindar dari hadapanmu
Agar rasa itu tak singgah lagi dalam hatiQ

saatQ terpuruk sendiri dan merana
disaat itu tuhan mengirimkan penawar hatiQ
dengan berlabuhnya seseorang insane cantik jelita
membawa kedamaian dan ketentraman jiwaku

hidupku kembali bermakna olehnya
ia menghiburku seperti seorang sahabat akrabku
bercanda tawa,bersenda gurau
hingga memori lama itu terhapus dipikiranQ

hari hari kami lalui dengan keceriaan
bahkan kami bagaikan sesuatu yang tak terpisahkan
dimana ada dia,disitulah aq berada

suatu hari ia tak datang padaku
betapa sunyinya hatiQ pada saat itu
terasa getaran2 aneh melanda hatiQ
terdiam lama memikirkannya

yah itulah dia !!!!
perasaan yang sama seperti yang sebelumnya
cinta telah melandaQ,dan bersarang dihatiQ
Q tak akan melewatkan kesempatan ini lagi
Q akan mengejarnya dan memperjuangkannya

To be continue

Sabtu, 19 Desember 2015

KISAH abu hanifah ketika kecil yang menyadarkan kesombongkan

KISAH abu hanifah ketika kecil yang menyadarkan  kesombongkan 


Di masa Imam Abu Hanifah masik kecil,sekitar umur 7 tahun,terdapatlah seorang ulama yang yang memiliki ilmu luas dan tiada bandingannya pada waktu itu namanya Dahriyyah. Seluruh ulama pada waktu itu tak mampu menandinginya disaat berdebat,terutama dalam bab tauhid,oleh karena dialah yang merasa pintar,maka muncullah sifat kesombongannya bahkan na’udzubillah akhirnya ia berani mengatakan bahwa Allah itu tidak ada,sayangnya para ulamapun tak mampu mengalahkan dia dalam berdebat,lalu pada suatu pagi dikumpulkanlah para ulama disuatu majlis milik Syaikh Himad guru Imam Abu Hanifah,dan hari itu Abu Hanifah yang masih kecil hadir dimajlis itu. Maka Dahriyyah naik kemimbar dan berkata dengan sombongnya.
Dahriyah : Siapakah diantara kalian hai para ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?
Sejenak suasana hening,para ulama semua diam,namun tiba-tiba berdirilah Abu Hanifah dan berkata,
Abu Hanifah : Omongan apa ini ? maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.
Dahriyyah : Siapa kamu hai anak ingusan,berani kamu bicara denganku,tidakkah kamu tahu,bahwa banyak yang berumur tua,bersorban besar,para pejabat,para pemilik jubah kebesaran mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku,kamu masih ingusan dan kecil badan berani menantangku!
Abu Hanifah : Allah tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat,dan para pembesar,tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada al-ulama.
Dahriyah : Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?
Abu Hanifah : Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq Allah.
Dahriyyah : Apakah Allah itu ada?
Abu Hanifah : Ya ada
Dahriyyah : Dimana Dia?
Abu Hanifah : Dia,tiada tempat bagi Dia
Dahriyyah : Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?
Abu Hanifah : Dalilnya ada dibadan kamu yaitu ruh, saya tanya, kalau kamu yakin ruh itu ada,maka dimana tempatnya? Dikepalamu,diperutmu atau dikakimu?
Dahriah diam seribu basa dengan muka malu. Lalu Abu Hanifah minta air susu pada gurunya Syaikh Himad,dan ia bertanya pada Dahriyyah
Abu Hanifah : Apakah kamu yakin didalam susu ini ada manis?

Dahriyyah : Ya saya yakin disusu itu ada manis
Abu Hanifah : Kalau kamu yakin ada manisnya,saya tanya apakah manisnya ada di bawah,atau ditengah,atau di atas? 
lagi lagi Dahriyyah diam dengan rasa malu,lalu abu hanifah menjelaskan : seperti ruh atau manis yang tidak memiliki tempat,maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi Allah tempat di alam ini baik di arsy atau dunia ini. Lalu Dahriyyah bertanya lagi.
Dahriyyah : Sebelum Allah itu apa dan setelah Allah itu apa?
Abu Hanifah : Tidak ada apa-apa sebelum Allah dan sesudahnya tidak ada apa-apa.
Dahriyyah : Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?
Abu Hanifah : Dalilnya ada di jari tangan kamu,apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking? Dan apakah kamu akan bisa menerangkan jempol duluan atau kelingking duluan? Demikianlah sifat Allah. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi hak Alloh. 
Lagi-lagi Dahriyyah dipermalukan,lalu ia berkata, 
Dahriyyah : Satu lagi pertanyaanku yaitu,apa perbuatan Allah sekarang ini?
Abu Hanifah : Kamu telah membalikan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang di tanya di atas mimbar. Akhirnya Dahriyyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar. 
Dahriyyah : Apa perbuatan Allah sekarang? 
Abu Hanifah : Perbuatan Allah sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu kebawah jurang neraka dan menaikan yang benar seperti aku keatas mimbar keagungan.
Maha suci Alloh yang telah menyelamatka Aqidah ahli sunnah wal jamaah melalui anak kecil.

Sumber : Kitab Fathul Majid karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al Jawi Asy Syafi’i

JENUH PASTI BERLALU

JENUH PASTI BERLALU
Kusadari diri ini kian Lelah dan Goyah.
Kuakui Semangat dulu kini Telah Patah.
Dan Kadang Kuharus selalu Mengalah.
hingga Terlihat seperti insan yang Lemah.
Aku temukan titik jenuh itu.
Berada dalam diri tanpa KuSadari...
Menghantui Hati secara Sembunyi...
Menciutkan Nyali Tanpa Kendali...
Hilang rasanya Semangat yang dulu membara.
Hilang pula Jiwa yang Kuat dan Kokoh.
Pondasiku telah Rubuh dan Runtuh.Tersisa Puing yang Retak Berkeping...
Ternyata Kerikil Kecil itu telah menJatuhkanku.
Menghempaskan kerasTubuhku.
MeRemukkan setiap Bagian Dirku...
Aku Lelah...
Aku semakin Lemah...
Kurasakan Nadiku Berdenyut Tak Biasa.
Detak Jantungku juga yang Tak Seirama.
Bahkan Penglihatan mataku Hilang begitu saja.
Rupanya KeTerpurukan itu membuatku tak sadarkan diri.
Aku hanyut dalam arus KeJENUHan pikiran ini.
Tidak dapat Mengenali dan Memahami setiap Kondisi.
Mengalir seperti air yang bergerak tiada henti.
Yaa Tuhan berikanlah kesempatan sekali lagi.
Untukku bisa meraih kembali dan mendapat pengganti. 
Lalu menjaga serta Melindungi dengan sepenuh hati.
Hingga akhirnya Tersadarlah aku dari keterpurukkan selama ini.

RAIN AND DREAM

RAIN AN DREAM

Aku temukan Puing-Puing Semangat berhamburan.
Aku kumpulkan Sisa-Sisa Mimpi disudut sepi.
Kucoba menyusun setiap bagian dengan harapan.
Kuharap temukan Secercah Cahaya untuk diri ini.
Disebuah tempat,
Dibawah Teduhan Pohon Besar,
Aku memilih tuk Bersandar
Ku urungkan Niat Hati untuk terus melangkah.
Kurapatkan kaki dengan penuh kekecewaan diri.
Sambil kulihat Langit yang terus menjatuhkan airnya.
Hingga hujan menjadi sebuah Kejadian.
Ini bukanlah yang kuinginkan...
Namun inilah kenyataan...
Sejenak aku merenungkan itu.
Aku tertahan disana cukup Lama.
Hingga kulihat Langit mulai Senja dan bergegas menutup Lembaran Harinya.
Namun air terus berjatuhan dari awan yang kian menghitam.
Cukuplah sudah...
Saatnya aku Melangkah dari Pijakkan ini,
semakin ku bertahan tentu akan semakin bosan,
Kesabaran pun akhirnya Menghilang.
Mulailah KuBerjalan tanpa Penyesalan...
Melangkahkan kaki dengan Berlari.
Walaupun Hujan tak berkesudahan.
Biarlah kehujanan menjadi akhir cerita.
Dalam hati, kuteringat moment penting.
Tentang Sebuah janji yang Terlupakan...
Tentang alasan KeTidakHadiran...
Bahkan tentang Rasa Kekecewaan...
Semua hal yang Terlewatkan dalam beberapa jam ku Tertahan...
Kutersenyum seketika...
Tiada yang perlu Kusesali dan Tiada Guna kuTangisi...
Karena disaat Kuberlari Bersama Hujan yang membasahi diri.
Kuterkenang masa kecil ketika Bermain bersama Hujan.
Sebuah Masa yang telah berlalu Lama dan teringat seketika.
Sebuah kisah masa kecil yang Penuh dengan kegembiraan.
Hujan tetaplah Hujan, dan bukanlah penghambat Kehidupan.
Hujan adalah Siraman CINTA dari Langit yang mengisyaratkan kesejukan hati.
Membangkitkan memori tentang Masa lalu yang penuh arti.
Akhirnya aku Menyadari satu hal.
Meski hari ini telah banyak hal yang Terlewatkan.
Namun kehidupan teruslah berjalan...