WELCOME IN MY BLOG...

Terima kasih anda telah bersedia mengunjungi blog pribadi saya...Sungguh kehormatan yang begitu besar buat saya... Semoga anda bisa memberikan koment-koment yang berarti buat saya. dan semoga kita bisa belajar bersama untuk memaknai kehidupan

Salam hangat

sandri/akang john

about me

Foto Saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
aku adalah seseorang yang sedang mencari jati diri, dan pembekalan hidup utk menghadap sang rabb...oleh karna itu, ku selalu belajar, dan terus belajar untuk memaknai hidup,mencoba menyelesaikan permasalahan2 yang ku temui dan sharing kepada orang lain kemudian berbagi kepada orang lain mengenai pengalamanku itu... semoga apa yang ku lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain...amien

Selasa, 11 Juni 2013

“ bunda ”



bunda
bundaku,tetaplah kau disitu
kumohon kau untuk tetap disitu
janganlah kau beranjak dari tempatmu
tunggulah aku bunda, tunggu diriku
aku pergi takkan lama dari perantaunku
kelak kan kubawa apa yang kau mau
kelak kan kuberikan apa yang kau inginkan

Tahukah kau bunda demi apakah itu semua?
Pagi hingga malam dan pagi lagi aku mencari rizky
berkelok kelok jalan yang ku lalui taklah nyaman
liku liku ujian hidup yang selalu menyurutkanku
cacian makian atas kesalahan pada pekerjaanku

Dan tahukah kau bunda demi apakah itu semua?
Tak jarang ku menangis disini ditempat sunyiku
ku luapkan emosi hingga berani untuk keluar lagi
kadang ku terjatuh, lalu ku bangkit lagi
kadang ku terluka hati, namun selalu ku tahani
kadang kupasrah, namun ku tetap berusaha.

Oh bunda, kau tercinta dan pantas dicinta
Aku takut pada gagalku untuk menghadapmu.
aku takut pada kehampaanku untuk melihatmu.
Yang ku tahu kau dengan setia duduk ditempat itu
menungguku untuk datang kembali kepadamu

Oh bunda, kau tercinta dan pantas dicinta.
Kadang ku berbohong akan kondisiku itu baik
kadang ku tersenyum namun hatiku menangis
kadang ku tertawa namun hatiku terluka.
Ku telah banyak berbuat dosa padamu bunda

bunda, kau wanita penyayang dan penyabar
kau masih menyayangiku meski ku telah dewasa
kau memaafkanku meski ku mengecewakanmu.
Ingin ku membahagiakanmu dalam hidupmu
namun kapan, kapan dan kapan saat itu tiba?

Disaat ku kembali dengan kesuksesanku
disaat ku kembali dengan keberhasilanku
dan disaat ku kembali dengan hasil kerja kerasku
ku ingin kau tetap duduk disana, menyambutku
memelukku dan demi itu semua aku lakukan
demi membuatmu TERSENYUM indah padaku.

Kisah inspiratif anak yang berbakti



Kisah inspiratif
Alkisah ada seorang ibu yang selalu memukul anaknya setiap siang hari di depan orang banyak. Namun anehnya Sang anak tidak pernah menangis dan tidak pula berkata apa-apa kepada ibunya saat dipukulnya berkali-kali. Hingga pada akhirnya Setelah sekian lama, tiba-tiba suatu hari ia menangis saat dipukul oleh ibunya. Kemudian Ketika ibunya pergi, orang- orang pun bertanya kepadanya:
"
Apa yg membuatmu menangis hari ini? Padahal selama ini kamu tidak pernah menangis saat dipukul ibumu? Bukankah ibumu memukul dengan cara yg sama seperti hari-hari kemarin?"
Anak itupun menjawab: "Aku merasa pukulan ibuku sudah mulai melemah. Ini menandakan dirinya sudah tua"

                        
subhanallah

Wanita berhijab syar’i part II



Wanita berhijab syar’i part II

Wahai dikau wanita syar'i yang dulunya selalu kumimpi
ingin kupuji kau dengan seribu bunga mawar indah ditaman syurga.
Kau begitu indah dimataku, meski kita belum pernah berjumpa
dan mungkin saja takkan berjumpa pujian itu akan tetap abadi untukmu.

Wahai dikau wanita syar'i yang dulunya sangatlah senang kumimpi
aku tahu kau begitu takut dan malu berkenalan denganku
meski begitu, itu takkan menyurutkan niat ku untuk mendekatimu
perlahan ku ingin mengenal isi hatimu, dan jangalah engkau ragu,
ku tak bermaksud mempermainkanmu, hanya saja ku ingin mengenal baik dirimu.

Wahai kau wanita syar'i yang dulunya selalu kurayu dengan rayuku.
Rupanya kau tak menyadari bahwa ku begitu mengagumimu,
hingga kutersadar rasa kagumku yang berlebihan tak dapat mengontrol emosiku
namun kau tetap saja dengan keluguanmu mengelak perasaan hatiku padamu.

Wahai wanita syar'i yang sekarang berhenti ku puja dan ku puji,
ketika ku sekarang menjauhimu itu bukan berarti ku tak suka lagi padamu
namun kungin menjaga hatiku agar tidak terlalu tergila gila pada dirimu.
Meski begitu ku berdoa untukmu agar kau menemukan laki-laki idamanmu.
Seseorang yang mencintaimu melebihi rasa suka dan kagumku pada dirimu dulu

Sabtu, 08 Juni 2013

Kisah Cinta Khalifah Ali Bin Abi Thalib Dan Fatimah Az-zahra.



Kisah Cinta Khalifah Ali Bin Abi
Thalib
Dan Fatimah Az-zahra.


Cinta sahabat Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra memang luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun ekspresi. Hingga konon karena saking teramat rahasianya setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya. Dan akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Sudah lama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Ummar melamar fatimah. Sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Pada saat kaum muslimin hijrah ke madinah, Fathimah dan kakaknya Ummu Kulsum tetap tinggal di Makkah sampai Nabi mengutus orang untuk menjemputnya.Se­telah Rasulullah SAW menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar, para sahabat berusaha meminang Fathimah. Abu Bakar dan Umar maju lebih dahulu untuk meminang tapi nabi menolak dengan lemah lembut.
Lalu Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah untuk melamar, lalu ketika nabi bertanya,
“Apakah engkau mempunyai sesuatu ?”,
Tidak ada ya Rasulullah,” jawabnya.
“ Dimana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu,” Tanya Rasullah SAW lagi.
Masih ada padaku wahai Rasulullah,” jawab Ali. “Berikan itu kepadanya (Fatihmah) sebagai mahar,”.kata beliau.

Lalu Ali bergegas pulang dan membawa baju besinya, lalu Nabi menyuruh menjualnya dan baju besi itu dijual kepada Utsman bin Affan seharga 470 dirham, kemudian diberikan kepada Rasulullah dan diserahkan kepada Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin. Dan di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya kepada Kaum muslim merasa gembira atas perkawinan Fathimah dan Ali bin Abi Thalib, setelah setahun menikah lalu dikaruniai anak bernama Al- Hasan dan saat Hasan genap berusia 1 tahun lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke 4 H. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali:
 
Fatimah : “Wahai suamiku Ali, aku telah halal bagimu, aku pun sangat bersyukur kepada Allah karena ayahku memilihkan aku suami yang tampan, sholeh, cerdas dan baik sepertimu”.
 
Ali :Aku pun begitu wahai Fatimahku sayang, aku sangat bersyukur kepada Allah akhirnya cintaku padamu yang telah lama kupendam telah menjadi halal dengan ikatan suci pernikahanku denganmu.”
 
Fatimah : (berkata dengan lembut) “Wahai suamiku, bolehkah aku berkata jujur padamu? karena aku ingin terjalin komunikasi yang baik diantara kita dan kelanjutan rumah tangga kita”

Ali : “Tentu saja istriku, silahkan, aku akan mendengarkanmu…­”
 
Fatimah : “Wahai Ali suamiku, maafkan aku, tahukah engkau bahwa sesungguhnya sebelum aku menikah denganmu, aku telah lama mengagumi dan memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, dan aku merasa pemuda itu pun memendam rasa cintanya untukku. Namun akhirnya ayahku menikahkan aku denganmu. Sekarang aku adalah istrimu, kau adalah imamku maka aku pun ikhlas melayanimu, mendampingimu, mematuhimu dan menaatimu, marilah kita berdua bersama-sama membangun keluarga yang diridhoi Allah”
 
Sungguh bahagianya Ali mendengar pernyataan Fatimah yang siap mengarungi bahtera kehidupan bersama, suatu pernyataan yang sangat jujur dan tulus dari hati perempuan sholehah. Tapi Ali juga terkejut dan agak sedih ketika mengetahui bahwa sebelum menikah dengannya ternyata Fatimah telah memendam perasaan kepada seorang pemuda. Ali merasa agak sedih karena sepertinya Fatimah menikah dengannya karena permintaan Rasul yang tak lain adalah ayahnya Fatimah, Ali kagum dengan Fatimah yang mau merelakan perasaannya demi taat dan berbakti kepada orang tuanya yaitu Rasul dan mau menjadi istri Ali dengan ikhlas.

Namun
Ali memang sungguh pemuda yang sangat baik hati, ia memang sangat bahagia sekali telah menjadi suami Fatimah, tapi karena rasa cintanya karena Allah yang sangat tulus kepada Fatimah, hati Ali pun merasa agak bersalah jika hati Fatimah terluka, karena Ali sangat tahu bagaimana rasanya menderita karena cinta. Dan sekarang Fatimah sedang merasakannya. Ali bingung ingin berkata apa, perasaan didalam hatinya bercampur aduk. Di satu sisi ia sangat bahagia telah menikah dengan Fatimah, dan Fatimah pun telah ikhlas menjadi istrinya. Tapi disisi lain Ali tahu bahwa hati Fatimah sedang terluka. Ali pun terdiam sejenak, ia tak menanggapi pernyataan Fatimah.
 
Fatimah pun lalu berkata, “Wahai Ali suamiku sayang, Astagfirullah maafkan aku. Aku tak ada maksud ingin menyakitimu, demi Allah aku hanya ingin jujur padamu, saat ini kaulah pemilik cintaku, raja yang menguasai hatiku.”. Ali masih saja terdiam, bahkan Ali mengalihkan pandangannya dari wajah Fatimah yang cantik itu. Melihat sikap Ali,
 
Fatimah pun berkata sambil merayu Ali, “Wahai suamiku Ali, tak usah lah kau pikirkan kata-kataku itu, marilah kita berdua nikmati malam indah kita ini. Ayolah sayang, aku menantimu Ali”. Ali tetap saja terdiam dan tidak terlalu menghiraukan rayuan Fatimah,
 
tiba-tiba Ali pun berkata, “Fatimah, kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, kau pun tahu betapa aku berjuang memendam rasa cintaku demi untuk ikatan suci bersamamu, kau pun juga tahu betapa bahagianya kau telah menjadi istriku. Tapi Fatimah, tahukah engkau saat ini aku juga sedih karena mengetahui hatimu sedang terluka. Sungguh aku tak ingin orang yang kucintai tersakiti, aku bisa merasa bersalah jika seandainya kau menikahiku bukan karena kau sungguh-sungguh­ cinta kepadaku. Walaupun aku tahu lambat laun pasti kau akan sangat sungguh-sungguh­ mencintaiku. Tapi aku tak ingin melihatmu sakit sampai akhirnya kau mencintaiku.”.
Fatimah pun tersenyum mendengar kata-kata Ali, Ali diam sesaat sambil merenung, tak terasa mata Ali pun mulai keluar air mata,
 
lalu dengan sangat tulus Ali berkata lagi, “Wahai Fatimah, aku sudah menikahimu tapi aku belum menyentuh sedikit pun dari dirimu, kau masih suci. Aku rela menceraikanmu malam ini agar kau bisa menikah dengan pemuda yang kau cintai itu, aku akan ikhlas, lagi pula pemuda itu juga mencintaimu. Jadi aku tak akan khawatir ia akan menyakitimu. Aku tak ingin cintaku padamu hanya bertepuk sebelah tangan, sungguh aku sangat mencintaimu, demi Allah aku tak ingin kau terluka… Menikahlah dengannya, aku rela”.
 
Fatimah juga meneteskan airmata sambil tersenyum menatap Ali, Fatimah sangat kagum dengan ketulusan cinta Ali kepadanya, ketika itu juga Fatimah ingin berkata kepada Ali, tapi Ali memotong dan berkata,
 
Tapi Fatimah, sebelum aku menceraikanmu, bolehkah aku tahu siapa pemuda yang kau pendam rasa cintanya itu?, aku berjanji tak akan meminta apapun lagi darimu,namun izinkanlah aku mengetahui nama pemuda itu.Airmata Fatimah mengalir semakin deras, Fatimah tak kuat lagi membendung rasa bahagianya dan Fatimah langsung memeluk Ali dengan erat.
 
Lalu Fatimah pun berkata dengan tersedu-sedu,“W­ahai Ali, demi Allah aku sangat mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allah." Berkali-kali Fatimah mengulang kata-katanya. Setelah emosinya bisa terkontrol, Fatimah pun berkata kepada Ali, “Wahai Ali, Awalnya aku ingin tertawa dan menahan tawa sejak melihat sikapmu setelah aku mengatakan bahwa sebenarnya aku memendam rasa cinta kepada seorang pemuda sebelum menikah denganmu, aku hanya ingin menggodamu, sudah lama aku ingin bisa bercanda mesra bersamamu. Tapi kau malah membuatku menangis bahagia. Apakah kau tahu sebenarnya pemuda itu sudah menikah”.

Ali menjadi bingung, Ali pun berkata dengan selembut mungkin, walaupun ia kesal dengan ulah Fatimah kepadanya
“Apa maksudmu wahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, tapi kau malah kau bilang sangat mencintaiku, dan kau juga bilang ingin tertawa melihat sikapku, apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah?, sudahlah tolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya­ walaupun dia sudah menikah?”.

Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan dekapan yang mesra. Lalu menjawab pertanyaan Ali dengan manja,
Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendam rasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun,­ sudah sejak lama aku ingin mengungkapkanny­a, tapi aku terlalu takut, aku tak ingin menodai anugerah cinta yang Allah berikan ini, aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta apalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila ku bertemu dengannya. Kau juga benar wahai Ali cintaku, ia memang sudah menikah. Tapi tahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuat menangis dan kesal oleh perempuan yang baru dinikahinya”
 
Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengan nada yang semakin menggoda Ali,
Kau ingin tahu siapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang ia berada disisiku, aku sedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kok dia diam saja ya, padahal aku memeluknya sangat erat dan berkata-kata manja padanya, aku sangat mencintainya dan aku pun sangat bahagia ternyata memang dugaanku benar, ia juga sangat mencintaiku…”
Ali berkata kepada Fatimah,Jadi maksudmu…???” Fatimah pun berkata,
Ya wahai cintaku, kau benar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku”.
 
Subhanallah, Betapa Indahnya Kisah Cinta antara Ali Bin Abi Thalib Dan Fatimah Az-Zahra. Maha Suci Allah, Dialah yang mengatur segalanya. Dialah yang telah mengatur jodoh, rezeki, pertemuan, dan maut dari setiap insan di Dunia.

Senin, 03 Juni 2013

Bibir tersenyum namun hati menangis part 2



Bibir tersenyum namun hati menangis
( Sambungan posted abang john ajah 12 september 2012 )

Ketika malam tiba, tidurlah julaiha pada ranjang empuknya bermimpilah ia bertemu dengan rahmad hidayat temannya sesama pengemis dahulu. Didalam mimpinya rahmad berkata kepadanya ;
"wahai julaiha janganlah kau hanya memikirkan dunia saja, ingatlah akhirat, kau sumpah setia jadi istriku dan aku sumpah setia untuk siap menjadikanmu istriku, julaiha tunggulah kehadiranku dalam pernikahan...”
Lalu sekejap siti julaiha terkejut dan bangun dari tidurnya,
"astagfirullahal adzim" menangis siti julaiha mengingat janjinya dahulu kepada rahmat.
"Rahmat, rahmat..." menangis tiada henti siti julaiha teringatkan oleh rahmad hidayat...
Siti julaiha, lalu teringat hadist nabi,,, janji adalah hutang, hutang didunia pasti akan dibawa ke akhirat serta dibawa mati.
Siang hari terpikirlah oleh siti julaiha untuk pergi keluar dari rumah taufiq. Didatanginyalah ibu taufiq dan lalu bertanyalah siti julaiha kepada ibu taufiq.
“ibu, kiranya boleh tahu kapankah ku akan menikah dengan taufiq"
ibu taufiq lalu menjawab “itu semua terserah kamu wahai anakku siti, kapan kau siap, tapi, lebih cepat maka lebih baik"
lalu siti julaiha beralasan kepada ibu taufiq ;
“bu, jika diperbolehkan, bolehkan ku keluar rumah untuk mencari keluargaku, jika masih ada untuk dapat menjadi wali pernikahanku nantinya "
(siti julaiha beralasan kepada ibu taufiq untuk mencari keluarganya padahal didalam hatinya ia hanya ingin mencari rahmat hidayat kekasih pertamanya.)
seandainya ia bertemu dengan rahmat, jika rahmat dapat membuat gedung pernikahan kapanpun ia akan siap menikah dengan rahmat hidayat.
Ibu taufiq lalu memberikan izin kepada siti julaiha tanpa sepengetahuan dari taufiq, siti pun berangkat keluar rumah membawa pakaian seadanya dan bekal secukupnya.
Kemudian selang sehari Ketika ditunggu oleh keluarga taufiq, sehari, tiada kabar dari siti julaiha, lalu kedua hari, siti julaiha pun tiada kunjung tiba pulang kerumah, keluarga taufiq terutama taufiq sendiri sangat khawatir akan keadaan siti julaiha, ibu taufiq sendiri setengah menyesal mengizinkan siti julaiha pergi pada waktu itu, jika saja ia menemani siti pada waktu itu, mungkin akan lebih aman dan nyaman untuk siti julaiha dan keluarga taufiq sendiri.
Sebelumnya, Siti julaiha bersumpah jika seminggu ia tetap tidak menemukan rahmad hidayat, ia akan kembali pulang kerumah taufiq. Berputar putarlah siti julaiha di kota makkah, mencari tempat dimana terdapat perkumpulan orang orang susah atau pengemis. Dicarinya ditiap tempat tinggal para pengemis di kota makkah, dari pintu kepintu berharap dapat berjumpa dan bertemu dengan rahmad hidayat namun tiada jua akhirnya bertemu dengan rahmad, sempat terlintas dihati siti julaiha jika tetap tidak bertemu dengan rahmad, maka sesuai janjinya 7 hari 7 malam ia kan pulang kerumah taufiq.
Siti julaiha tiada henti-hentinya mencari rahmad hingga hampir mendekati hari sesuai sumpahnya namun tetap juga tak ada tanda-tanda ditemukannya rahmad hidayat
Pada hari yang terakhir, beriktikad siti julaiha untuk pulang kerumah taufiq, namun sebelumnya singgahlah siti pada salah satu rumah yang besar milik seseorang saudagar yang kaya raya dan rumahnya berlantai dua, dilihatnyalah pada lantai dua, seorang saudagar kaya tersebut diatas rumahnya. diketuknya pintu rumah tersebut seraya berkata. Assalamu alaikum.
waalaikummussalam wr.wb.; Jawab laki-laki saudagar kaya tersebut. Laki-laki tersebut lalu turun dan membuka pintu rumahnya.
“Wahai tuan, jika diperbolehkan saya ingin bertanya” Ujar siti julaiha,
“Silahkan, ada apa?”Jawab saudagar kaya tersebut.
“Selama anda tinngal disini apakah pernah datang seorang pengemis meminta minta kepada anda?”
“banyak sekali saudari yang datang kesini untuk meminta makan dan uang” Ujar laki-laki tersebut.
“Kiranya apakah ada laki-laki diantaranya”, tanya siti julaiha
“ada, hmm makusd pernyaan anda ini apa?” Heran laki-laki tersebut.
“Kira-kira apakah ada diantara para pengemis di kota makkah ini yang bernama rahmad hidayat???” Jelas siti julaiha.
“Jika boleh diulang siapa tadi namanya???” Tanya laki-laki tersebut, untuk meyakinkan hatinya pada pertanyaan siti.
“Rahmad hidayat.” ; ulang siti julaiha.
“Jika boleh tahu Anda ini siapa???” Tanya laki-laki tersebut.
“Aku siti julaiha” Ujar siti.
“Wahai siti kau mencari rahmat si pengemis yang bertubuh tinggi???”
“Iya benar sekali tuan, apakah engkau pernah berjumpa dengannya???”
“wahai saudari Siti julaiha, sampai kapanpun bahkan sampai matipun kau tidak akan mungkin menemukan rahamd hidayat si pengemis itu”
siti jualiha begitu berdebar debar jantungnya dan mengalir deras darahnya, seraya ia bertanya dengan penuh keheranan
“mengapa, apakah ia telah tiada atau meninggal dunia???”
“Tidak,”laki-laki-laki itu menjawab.
“Tolong anda jelakskan kepada saya tuan”
Laki-laki-laki itu terdiam dan tersenyum.
“Engaku kiranya ada perlu apa dengannya”
Siti julaiha keheranan. “Saya ini siti julaiha ingin mencari pengemis yang bernama rahmad hidayat karena ingin menagih janji pertemuan dengannya” ujar siti julaiha, kemudian ia melanjutkan kembali perkataanya
“apabila rahmad hidayat dapat membuat gedung pernikahan atau telah memiliki rumah, aku akan menikah dengannya”
laki-laki itu menjawab; “jika seandainya kau tidak bertemu dengan rahmat???”
Siti julaiha menhawab; “ maka aku akan menikah dengan laki2-laki lain, seorang majikanku yang alim, ialah yang telah membinaku selama ini. Namanya taufiqurrahman.”
“Namun jika kau bertemu dengan rahmad dan ia menepati janjinya" Tanya laki-laki tersebut
“Maka aku akan menikah dengannya karna ialah cinta pertamaku” jawab siti julaiha
Tersenyumlah laki-laki tersebut seraya berkata “julaiha, angkatlah mukamu pandanglah siapa aku???”
“Kau,,,kaukah rah..rah... rahmad hidayat???”
“Julaiha aku telah berbulan bulan mencarimu, jika seandainya ku tak bertemu dengamu lagi, maka ku telah menjadi milik wanita lain”
Menangis dengan derasnya air mata siti julaiha hingga menitik tiada henti,,, “rahmad Ku, kini kita telah bertemu apakah kini yang kita lakukan”
“maka menikahlah kita julaiha” jawab rahmad tegas
Dibuatlah pernikahan yang sangat mewah oleh rahmad hidayat, diundang pula seluruh orang alim di kota makkah, terundang pula taufiqurrahman diantaranya, taufiq yang merupakan orang alim dikotanya dan cukup disegani dengan senang hati mengahdiri pernikahan yang tersiar hampir diseluruh kota makkah, sebuah pernikahan saudagar kaya dengan seorang wanita siti julaiha yang berparas cantik ramai dibicarakan.
Pada saat acara pernikahan, tidak sama sekali taufiq mengenali sang pengantin wanita, sebab tertutupnya oleh kain wajah siti julaiha sehingga tiada yang dapat mengenalinya.
Penghulu pernikahan pun datang disertai para undangan dan saksi pernikahan saudagar kaya rahmad hidayat dan siti julaiha,
Penghulu kemudian bertanya “sudah siapkah engkau???”
“Siap,” ujar rahmad
“untuk menjadikan saksi saya bawakan dua orang, untuk afdhalnya pernikahan ini saya tunjuk seseorang untuk menjadi saksi seorang yang masih muda dan sangatlah alim. Taufiqurahman dan saksi kedua seorang alim besar dikota ini si fulan...”
Ditanya oleh penghulu saksi tersebut “siapkah engkau menjadi saksi pernikahan seseorang, menyelamatkannya sampai ke akhirat.???”
“Insya allah siap” Ujar saksi
lalu dimulailah pernikahan
Bismillahirrahmanirahim.
“Engkau aku nikahkan rahmad hidayat bin abdullah dengan seorang wanita siti julaiha binti durahman dengan serta wali bapaknya sendiri yang berwakil kepadaku, mas kawin beserta seperangkat alat sholat dan satu alquran dibayar tunai”
Lau diterima oleh rahmad dengan baik
namun taufiq sebagai saksi terkejut ketika rahmad menyebutkan nama siti julaiha, karena ia teringat bahwa siti julaiha telah berminggu minggu tidak datang kerumahnya.
Penghulu bertanya. “Bagaimana saksi apakah sah???”
ujar taufiq, “ulangi lagi”
Diulangilah oleh penghulu.
Bismillahirrahmanirahim.
“Engkau aku nikahkan rahmad hidayat bin abdullah dengan seorang wanita siti julaiha binti durahman dengan serta wali bapaknya sendiri yang berwakil kepadaku, mas kawin beserta seperangkat alat sholat dan satu alquran dibayar tunai”
Lau diterima oleh rahmad dengan baik
“bagaimana saksi apakah sah???” ujar penghulu,
“ulangi lagi” ujar tafiq,
Penghulu lalu heran oleh sikap taufiq.
Sikap keras taufiq yang ingin agar terus diulang ijab qobul pernikahan, ternyata ingin tahu rupanya taufiq siapa gerangan siti julaiha wanita yang dinikahi saudagar kaya tersebut.
Diucapkan lagi ijab dan qobul utk terakhir kalinya, lalu diterima baik oleh rahmad,
Akhirnya ketika diangkatlah penutup wajah daripada siti julaiha, dan pernikahan tersebut telah sah oleh saksi. Lalu taufiq menyadari bahwa dialah siti julaiha, wanita yang telah lama ia cari-cari. Terkejut sekali taufiq melihat siti julaiha telah sah menikah dengan rahmad sang saudagar kaya di kota makkah. Pingsan lah taufiq ditengah orang banyak yang telah menghadiri pernikahan tersebut, berkerumunanlah orang-orang menuju ke arah taufiq, mencoba menyadarkan orang alim yang terpandang dikota tersebut.
Teringat rahmad pada awal ucapan siti julaiha pada saat bertemu sebelumnya.
“Wahai siti julaiha, siapakahkah orang yang tengah tanpa sadar disana ketika menyaksikan pernikahan kita?”
Menangis julaiha ketika ditanya rahmad...
“Rahmad, maafkan atas semua ini, dialah orang yang ingin menikahiku, mungkinkah ia kini tanpa sadar karena tahu ku telah menikah dengan orang lain.”
Lalu rahmad berkata; “Julaiha, dia lelaki, akupun lelaki, tidaklah mungkin aku menari diatas luka penderitaan orang lain.”
Kemudian rahmad meneruskan perkataannya “Julaiha, sebelum dia sadar, janganlah kau berharap aku dapat membahagiakanmu., aku tidak rela menyakiti hati laki-laki karena aku sendiripun laki-laki. Maka sadarkanlah dia”
Rahmad hidayat pun turun meninggalkan siti julaiha istrinya. Julaiha yang pada saat itu menangis dengan berderai air mata tiada henti mendekati taufiq, diingatnya ucapan rahmad kepadanya, jika ia tidak dapat menyadarkan taufiq, maka rahmad hidayat tidak akan memberikan kebahagiannya. menangislah kini siti julaiha dihadapan taufiq yang kini tanpa sadar, meminta maaf kepada taufiq;
“Taufiq semua ini bukan salahku, kau telah mengetahui hak allah yang maha menentukan, kita sebagai manusia, tapi tuhan jualah yang maha menentukan, sadarlah fiq, sadarlah taufiq...”
Akhrinya air mata siti julaiha yang menderaikan air mata yang banyak, jatuh kedada taufiq, terasa panas air mata siti julaiha, hingga meresap kedalam baju taufiq oleh karna banyaknya air mata siti julaiha yang berjatuhan, membuat kesadaran akan taufiqurrahman.
mulialah taufiq membuka matanya perlahan, dilihatnya siti julaiha yang masih menangis dihadapannya, lalu bangkitlah taufiq.
“Julaiha,tinggalkanlah aku, untuk apa lagi ku berharap kau telah menjadi milik orang lain.,relakanlah segala galanya” ujar taufiq
“Tidak taufiq.” Sahut kembali siti julaiha
“Sudahlah, semua ini adalah contoh dari kehidupan manusia, akupun menyadari semua ini, berbulan madulah kau bersamanya dan berbahagialah kau bersama suamimu rahmad hidayat” kemudian taufiq melanjutkan kembali perkataannya;
“Akupun rela segala galanya semoga tuhan memberikah hikmah dalam kehidupanku”
Turunlah taufiq dengan bibir tersenyum namun hatinya  menangis. inilah kisah tersebut sesuai dengan tema, taufiq pergi dengan bibir tersenyum namun sungguh hatinya menangis....
Semoga dapat diambil hikmah daripada kisah ini..
Terima kasih

Jumat, 31 Mei 2013

Tak perlu TAKUT



Tak perlu TAKUT

Tak perlu takut olehku sesuatu yang akan mengancamku,
sebab ku tahu tuhan kan menjadi penyelamatku.
Tak perlu takut olehku sesuatu yang takkan bisa ku kerjakan
 sebab ku tahu tuhan kan memudahkanku
tak perlu pula takut olehku sesuatu yang takkan bisa gapai
sebab ku tahu tuhan kan memampukanku