WELCOME IN MY BLOG...

Terima kasih anda telah bersedia mengunjungi blog pribadi saya...Sungguh kehormatan yang begitu besar buat saya... Semoga anda bisa memberikan koment-koment yang berarti buat saya. dan semoga kita bisa belajar bersama untuk memaknai kehidupan

Salam hangat

sandri/akang john

about me

Foto Saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
aku adalah seseorang yang sedang mencari jati diri, dan pembekalan hidup utk menghadap sang rabb...oleh karna itu, ku selalu belajar, dan terus belajar untuk memaknai hidup,mencoba menyelesaikan permasalahan2 yang ku temui dan sharing kepada orang lain kemudian berbagi kepada orang lain mengenai pengalamanku itu... semoga apa yang ku lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain...amien

Rabu, 28 Mei 2014

PEMIMPIN SEJATI YANG ABADI DIHATI



PEMIMPIN SEJATI YANG ABADI DIHATI

Menjadi seorang PEMIMPIN SEJATI bukanlah sesuatu hal yang mudah, banyak orang mengalami berbagai macam kesulitan ketika diamanahi tanggung jawab untuk mengoperasionalkan sebuah sistem yang berlaku didalam suatu organisasi.
Banyak pula yang menganggap memimpin suatu organisasi adalah pekerjaan yang mudah, tidak ubahnya seperti layaknya seorang “BOSS” yang menerapkan otoritas pada bawahan. Banyak orang yang salah kaprah mengatakan bahwa MANAGER adalah seorang pemimpin. Memang benar MANAGER adalah seorang pemimpin, namun belum tentu manager adalah seorang“PEMIMPIN”. Contohnya banyak manager yang begitu ditakuti oleh bawahannya dan banyak juga manager yang berkarakter seperti seorang “tangan Besi” dalam ia memimpin sehingga sering kali kita mendengar ucapan dari bawahan “BOSS GALAK, BOSS MACAN,BOSS BERTANGAN BESI dan lain-lain…
Ingat!!! Menjadi seorang PEMIMPIN SEJATI bukanlah hal yang mudah, untuk memimpin sekelompok orang saja yang terdiri dari 4 atau 5 orang tidak semua orang dapat melakukannya dengan sempurna. Menyatukan perbedaan sudut pandang, pola pikir dan perbedaan karakter dari masing-masing orang bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Banyak benturan yang akan terjadi selama proses penyatuan berbagai perbedaan tersebut, disinilah proses terciptanyak karakter dari seorang PEMIMPIN SEJATI.
Diabad ini kita sangat membutuhkan sosok seorang PEMIMPIN SEJATI yang mampu menciptakan tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih dalam aspek kehidupan manusia di negeri ini.
PEMIMPIN SEJATI adalah dia yang mampu memegang tangan seseorang sambil berjalan dan menuntunnya kepada suatu yang yang diinginkan kearah yang diharapkan. PEMIMPIN SEJATI tidak berharap meraih keuntungan terhadap sesuatu yang tengah dipimpinnya. ia tidak khawatir dan takut, justru ia malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpinnya  bersama-sama dirinya untuk meraih kesusksesan bersama dirinya.
PEMIMPIN SEJATI bukanlah pula ia yang hanya menikmati jabatan kepemimpinannya saja seorang diri saat ia tengah memimpin, namun ia juga tentu harus bisa menjadi VISIONER yang mampu mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk generasi yang akan datang setelah dirinya. Ketika ia mampu mempersiapkan Generasi yang akan menjadi pemimpin setelah dirinya itulah yang dinamakan PEMIMPIN SEJATI.

Semoga kita bisa menjadi seorang PEMIMPIN SEJATI terlebih untuk diri kita sendiri maupun keluarga dan orang yang kita cintai.



Sabtu, 12 April 2014

KISAH PEMUDA BERSAMA GARAM DAN KAPAS



KISAH PEMUDA BERSAMA GARAM DAN KAPAS
Sebuah kisah inspiratif
Pada musim panas yang menyengat, Seorang pemuda berjalan dengan beberapa karung di atas pundaknya. Karung-karung itu berisi garam milik majikan yang sedang berjalan di sampingnya. Garam-garam itu akan di jual ke kota di seberang sungai, dan si pemuda bertanggung jawab mengangkut garam tersebut hingga sampai di kota yang dituju.
Karena rasa panas yang melanda, sang majikan beristirahat sebentar di pinggir sebuah sungai kecil dan minum. Melihat hal itu, pemuda pembawa garam juga berniat untuk minum dan beristirahat. Tetapi karena ceroboh, sang pemuda terpeleset dan jatuh di ke dalam sungai. Susah payah dia bangkit, tetapi tidak bisa karena garam yang dia bawa cukup banyak.
Setelah agak lama, muatan garam di pundaknya pemuda menyusut karena larut di dalam air sungai. Sang pemuda kemudian berdiri dan mendapati karung-karung di pundaknya hampir kosong. "Wah garamnya larut, pundakku jadi ringan, apakah aku akan dimaafkan majikan itu?" Karena sang pemuda tidak sengaja, majikan tidak marah.
Beberapa hari kemudian, sang pemuda kembali membawa garam di pundakknya. Karena hari masih panas menyengat, sang pemuda berniat untuk sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam sungai. "Hore, karung-karung di pundakku jadi ringan." Sang majikan menjadi jengkel, tetapi dia hanya diam saja dan tidak jadi menjual garam-garam itu. Ternyata sang pemuda melakukan hal yang sama berkurang kali hingga sang majikan marah besar, "Kau memang pemuda malas," ujarnya. Sementara itu sang pemuda tidak peduli, yang penting pundakknya tidak berat lagi.
Keesokan harinya, sang majikan masih memakai sang pemuda untuk pergi ke kota di seberang sungai. Beban di pundak pemuda tidak seberat biasanya. Tetapi karena pemuda itu memang malas, maka sekali lagi dia sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam sungai. Lalu apa yang terjadi...
Beban di pundak sang pemuda menjadi berkali-kali lipat. Ternyata sang majikan tidak memasukkan garam ke dalam karung-karung itu, tetapi kapas. Kapas yang terkena air akan menyerap air sehingga berkali-kali lebih berat. Dengan demikian, sang pemuda tetap membawa kapas-kapas yang telah menyerap air tersebut ke kota di seberang sungai.

Semoga bisa diambil pelajaran… (john)

Minggu, 02 Maret 2014

PARASUT KECERDASAN HATI



PARASUT KECERDASAN HATI

Alkisah pada suatu hari, sebuah pesawat pribadi yang membawa beberapa orang penumpang, mengalami kerusakan mesin. Akibat tidak ada lagi yang bisa diperbuat oleh sang pilot untuk mengusahakan agar pesawat tersebut bisa mendarat dengan baik, dia pun menyarankan agar semua yang berada di atas pesawat untuk melompat menggunakan parasut.

Penumpang pesawat yang terdiri dari empat orang yaitu seorang dokter, seorang pengacara, seorang anak kecil putra dari pilot pesawat, dan sang pilot itu sendiri akhirnya bersiap-siap untuk melompat.

Sialnya, parasut ternyata hanya ada tiga.

Dengan cekatan si dokter meraih satu seraya berkata, “Sebagai seorang dokter yang telah dan masih akan menyelamatkan nyawa banyak orang, aku harus tetap hidup.” Dan dia pun melompat.

Tidak ingin tidak mendapatkan parasut, si pengacara juga buru-buru langsung mengambil satu tas parasut, “Aku adalah seorang pengacara dan pengacara adalah orang-orang tercerdas di dunia. Aku berhak untuk hidup.” Si pengacara juga turut melompat menyusul si dokter.

Tinggallah ayah, sang pilot, dan putranya.

“Aku telah sekian lama menjalani hidup, segala yang kuinginkan telah berhasil aku dapatkan. Tapi kau masih muda, Nak. Kehidupanmu yang panjang masih menantimu. Pakailah parasut terakhir ini, lompatlah dan kemudian jalanilah hidup dengan sebaik-baiknya,” dengan tak gentar pilot tersebut berpesan pada putranya seraya memberikan parasut terakhir.

Tapi putranya justru menyerahkan kembali parasut yang diberikan ayahnya dan berkata, “Ayah tidak perlu khawatir. Orang tercerdas di dunia sebenarnya baru saja pergi dengan membawa tas ranselku.”

Kemudian anak lelaki tersebut meraih tas parasut ketiga yang ternyata masih teronggok manis di sisinya. HEHE,,,

SEMOGA BERMANFAAT !!!

KISAH EMAS DAN ULAR



KISAH EMAS DAN ULAR

Dahulu hiduplah seorang petani miskin yang setiap harinya mesti berjuang keras untuk mensejahterakan kehidupannya. Namun meskipun ia terus bekerja dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran, tetap saja ia tak mampu menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, selalu saja pas-pasan.

Suatu malam, dalam tidurnya si petani bermimpi sebuah suara berkata padanya: "Jika ada sesuatu di dunia ini yang begitu sulit untuk kamu dapatkan, maka suatu waktu hal itu akan muncul begitu saja di hadapanmu." Dan petani inipun terbangun dari tidurnya. Dia kemudian berharap bahwa di salah satu pagi ketika ia bangun, harta yang berlimpah akan berhamburan di rumahnya sendiri. Dengan begini, tidak diragukan lagi bahwa kekayaan itu memang dimaksudkan untuknya.

Beberapa hari berlalu, ketika ia sedang dalam perjalanan, bajunya tersangkut pada semak-semak berduri yang tumbuh di sekitar ladang, Tak ingin kejadian yang sama terulang, dia pun bermaksud membabat habis semak belukar itu. Namun ketika ia mencabut akar dari semak itu, di bawahnya si petani menemukan sebuah kendi. Dibukanya tutup kendi itu, dan alangkah kagetnya si petani ketika mengetahui bahwa di dalam berisi begitu banyak kepingan emas. Pada mulanya hati petani miskin ini berteriak girang, namun setelah beberapa menit berpikir, ia kemudian berkata :
"Oh, aku memang ingin sekali menjadi kaya. Tapi aku telah meminta agar harta itu muncul di gubuk kecilku, akan tetapi aku justru menemukannya di ladang ini. Oleh karenanya aku takkan mengambil kendi ini berisi emas. Kendi ini tidak ditakdirkan untukku

Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Tak pelak istrinya marah besar atas kebodohan sang suami yang meninggalkan harta tersebut begitu saja di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya.
"Suamiku yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."

Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.

"Perempuan licik. Dia pasti bermaksud menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.

Jadi ia pun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam ia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan ia pun kembali pulang.

Ketika fajar tiba, petani miskin tersebut bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"


Semoga bermanfaat 




Rabu, 22 Januari 2014

lilin



Ada seorang gadis menyewa rumah bersebelahan dengan kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak. Suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu... Ternyata seorang anak miskin yang disebelah rumahnya!!! Anak itu bertanya dengan risau: "Kakak, ada lilin tidak?" Gadis itu berfikir : JANGAN PINJAMKAN nanti jadi satu kebiasaan untuk terus-terusan meminta. Maka si gadis menjawab: "TIDAK ADA!!" Lalu si anak miskin berkata riang: "Saya sudah duga kalau kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, Kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin." Si gadis merasa bersalah, dalam linangan airmata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat....

Pujangga...



Pujangga...
Dia pujangga yang lihai dalam memuja.
Kata_kata indahnya terangkai mudah begitu hidup, begitu lemah lembut.
Menyuarakan isi hati yang tersembunyi terasa membuat suasana mencair kini.

pujangga tak ada lelahnya ia dalam memuja.
Terus dan terus untuk artikan Cinta
cinta murni yang datang dari hati suci
ia terus abadi takkan hilang oleh zaman.

Pujangga ia ucapkan arti cinta yang sebenarnya
tiada lain hanya untuk kekasih hatinya
ketika mereka berdua telah berpadu
itulah yang mereka katakan cinta sebanarnya