WELCOME IN MY BLOG...

Terima kasih anda telah bersedia mengunjungi blog pribadi saya...Sungguh kehormatan yang begitu besar buat saya... Semoga anda bisa memberikan koment-koment yang berarti buat saya. dan semoga kita bisa belajar bersama untuk memaknai kehidupan

Salam hangat

sandri/akang john

about me

Foto Saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
aku adalah seseorang yang sedang mencari jati diri, dan pembekalan hidup utk menghadap sang rabb...oleh karna itu, ku selalu belajar, dan terus belajar untuk memaknai hidup,mencoba menyelesaikan permasalahan2 yang ku temui dan sharing kepada orang lain kemudian berbagi kepada orang lain mengenai pengalamanku itu... semoga apa yang ku lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain...amien

Senin, 20 Mei 2013

KISAH 'MALAIKAT KECIL' PENUNJUK JALAN KE SURGA



KISAH 'MALAIKAT KECIL' PENUNJUK JALAN KE SURGA
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim
Ada kisah menarik tentang semangat dakwah yang disampaikan oleh DR. Muhammad Ratib an-Nabulsy saat Khutbah Jum’at tertanggal 2 Juli 2011 .sebuah kisah Inspiratif terjadi di Amsterdam yang sangat menarik untuk disimak.

Menjadi kebiasaan di hari Jum’at seorang Imam Masjid dan anaknya yang berumur 11 tahun membagi brosur di jalan-jalan dan keramaian, sebuah brosur dakwah yang berjudul “Thariiqun ilal jannah” (Jalan menuju Jannah). Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik hujan yang membuat orang benar-benar malas untuk keluar rumah. Si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dinginnya udara
lalu ia berkata kepada sang Ayah, “Saya sudah siap,
ayah!” “Siap untuk apa Nak?
Ayah, bukankah ini waktunya kita menyebar brosur “Jalan menuju Jannah’?
 Udara diluar sangat dingin, apalagi gerimis, saya tidak tahan dengan suasana dingin diluar “
tapi Ayah, meski udara sangat dingin, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka!” “Ayah jika diizinkan saya ingin menyebar brosur sendirian,”
Sang ayah diam sejenak lalu berkata, “Baiklah, pergilah dengan membawa beberapa brosur yang ada
“ Anak itupun keluar ke jalanan kota membagikan brosur kepada orang yang dijumpainya, juga daru pintu ke pintu. Dua jam berjalan, dan brosur hanya tersisa sedikit saja. Ia pu mendatangi sebuah rumah untuk membagikan brosur itu. Ia pencet tombol bel rumah, namun tak ada jawaban. Ia pencet lagi, dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi, namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kalinya ia kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan keras. Ia tunggu beberapa lama, hingga pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam.
Wanita tua itu berkata “ Apa yang bisa dibantu wahai anakku?” Dengan wajah ceria, senyum yang bersahabat si anak berkata” Nek, mohon maaf jika saya mengganggu Anda, saya hanya inging mengatakan, bahwa Allah mencintai anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa brosur untuk Anda yang menjelaskan bagaimana Anda mengenal Allah, apa yang harus dilakukan manusia dan bagaimana memperoleh ridha-Nya.” Anak itu menyerahkan brosurnya dan sebelum ia pergi , wanita itu sempat berkata “Terimakasih Nak” Sepekan kemudian, ... Usai sholat jum’at seperti biasa Imam masjid berdiri dan menyampaikan sedikit tausiah, lalu berkata “ Adakah diantara hadirin yang ingin bertanya , atau ingin mengutarakan sesuatu ?” Dibarisan belakang, terdengar wanita tua berkata, “Tak ada diantara hadirin ini yang mengenaliku, dan baru kali ini saya datang ketempat ini. Sebelum jum’at yang lalu saya belum menjadi seorang muslimah dan tidak berfikir menjadi sepertin ini sebelumnya. Sekitar sebulan yang lalu suamiku meninggal dunia, padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Hari jum’at yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapanku untuk hidup. Maka saya mengambil tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas dirumahku. Saya ikat satu ujung tali dikayu atap. Saya berdiri dikursi, lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya keleher, saya memutuskan untuk bunuh diri.” Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah dilantai bawah. Saya menunggu sasaat dan tidak menjawab, “paling sebentar lagi pergi”, batinku. Tapi ternyata bel berdering lagi dan kuperhatikan ketukan pintu semakin keras terdengar. Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher, dan saya turun untuk sekedar melihat siapa yang mengetuk pintu. Saat kubuka , kulihat seorang bocah berwajah ceria, dengan senyuman laksana malaikat dan aku belum pernah melihat anak seperti itu. Ia mengucapkan kata-kata yang sangat menyentuh sanubariku, “ saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai anda dan akan menjaga anda” kemudian anak itu menyodorkan brosur kepadaku yang berjudul “Jalan menuju Jannah” Akupun segera menutup pintu, aku memulai membaca isi brosur. Setelah membacanya, aku naik ke lantai atas, melepaskan ikatan tali di atap dan menyingkirkan kursi. Saya telah mantap untuk tidak memerlukan itu lagi selamanya. Anda tahu, sekarang ini saya benar-benar merasa sangat bahagia, karena bisa mengenal Allah yang Esa, tiada ilah yang haq selain Dia. Dan karena alamat markaz Dakwah tertera dibrosur itu, maka saya datang kesini sendirian untuk mengucapkan pujian kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada kalian, khususnya ‘malaikat ‘ kecil yang telah mendatangiku pada saat yang tepat. Mudah-mudahan itu menjadi sebab selamat saya dari kesengsaraan menuju kebahagiaan jannah yang abadi. Mengalirlah air mata para jamaah yang hadir di Masjid, gemuruh takbir. Allahu Akbar. Menggema diruangan. Sementara sang Imam turun dari mimbarnya, menuju shaff paling depan, tempat dimana puteranya yang tak lain ‘malaikat’ kecil itu duduk. Sang ayah mendekap dan mencium anaknya diringi tangisan haru. Allahu Akbar ..

Penjeda film utama



Penjeda film utama
Khayal ku hapus dari memori
tak perlu ku simpan ini bayangan semata.
Itu bukanlah masa depan,
bukan pula mimpi yang perlu diraih.
Ia Hanyalah iklan penjeda film utama,
tak perlu fokus, tak perlu serius.
Langsung kepada di depan.
Menatap maju tak perlu henti.

Keajaiban



Keajaiban
sampai kapan aku bisa bertahan.
Hidup berat cobaan menghantam.
Berjalan saja kian melelahkan.
Sampai kapan aku bisa bertahan.
Kiri dan kanan selalu menghujat.
Setiap perbuatan tak ada harganya
lihat saja dan lihat saja
apa yang aku bisa lakukan...
Dan apa yang bisa ia lakukan...

LIRIHAN HATI



LIRIHAN HATI
Jatuh terhempas namun tak goyah
bangun terbang mencoba menghadang
lirih gemuruh suara terdengar seram
tak acuhkan anggap itu hanya perasaan
sekarang sakit kini mulai terasa
mengalir dari kaki hingga kepala
siapa kira ku seorang yang tahan
karena kini ku jatuh tergeletak
kaku tanpa adanya perasaan

TANPA ARAH



TANPA ARAH
Disaat melangkah tanpa arah
Masih terlintas apakah pantas
maju kedepan meninggalkan belakang
pikiran terhenti sambil bermimpi
ini cukup membuatku geli
haruskan ku membangunkan diri.
Mencoba merasa baik baik saja
tapi kondisi tak cukup baik
melihat itu aq terkulai kaku

Dia Si DIA



Dia Si DIA
Dia berjalan,
begitu tegapnya begitu anggunnya.
Dia tersenyum
begitu cantiknya begitu indahnya
Dia menyapa
begitu sopannya begitu lemanya
Dia tertawa
begitu riangnya begitu mempesona
Dialah wanita pujaan hati pujaan lelaki
Dialah wanita yang pandai menghiasi diri
Dialah itu wanita yang selama ini q impikan

Kisah petani yang sabar dan berpendirian



Kisah petani yang sabar dan berpendirian

Bismillahirrahmanirrahim
Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat bagus & gagah. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yang tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan & mengejek dia karna tidak menjual kudanya itu. Keesokan hari nya, kuda itu hilang dari kandangnya.
Maka teman-temannya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal kalau...kemarin di jual kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang. Si petani miskin hanya diam saja. Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-teman nya berkata : wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam saja. Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya nya berkata : rupanya kuda-2 itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar. Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karna tidak bisa berjalan. Teman-teman nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu karna anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami. Si petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok. Tetapi yg PASTI : ALLAH paling tahu yg terbaik buat kita.. 

Kisah abu nawas menasehati muridnya



Kisah abu nawas menasehati muridnya
B I S M I L L A H
Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit. Diantara sekian banyak muridnya, ada satu orang yang hampir selalu menanyakan mengapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu.

Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama. Orang itu pertama mulai bertanya,

“Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”
 Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil.”jawab Abu Nawas.
 Mengapa ?” kata orang pertama.
“Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan.” kata Abu Nawas. Orang pertama puas karena ia memang yakin begitu. Orang kedua bertanya dengan pertanyaan yang sama, yaitu seperti yang diatas.
“Orang yang tidak mengerjakan keduanya”. Jawab Abu Nawas.
“Mengapa?” kata orang kedua.
 “Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan”. kata Abu Nawas. Orang kedua langsung bisa mencerna dan memahami jawaban Abu Nawas tersebut. Orang ketiga pun bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti diatas. Abu Nawas lalu menjawab;
“Orang yang mengerjakan dosa-dosa besar”.
Mengapa?” kata orang ketiga.
Sebab pengampunan Allah kepada hambaNya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu”. jawab Abu Nawas. Karena belum mengerti seorang murid Abu Nawas bertanya. “ Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda?”. “ Manusia itu dibagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatan otak, dan tingkatan hati”. “Apakah tingkatan mata itu?” tanya murid Abu Nawas.
Anak kecil yang melihat bintang dilangit, ia mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata”.
 “Apakah tingkatan otak?” tanya murid Abu Nawas.
 Orang pandai yang melihat bintang, ia mengatakan bintang itu besar karena ia memiliki pengetahuan.” jawab Abu Nawas.
“Lalu apakah tingkatan hati itu?” tanya murid Abu Nawas.
 “ Orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. Ia tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu apapun yang besar, melainkan dengan ke Maha Besaran Allah.”
kini murid Abu Nawas mulai mengerti mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban Yang berbeda. Ia bertanya lagi. “ Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?
Mungkin?” jawab Abu Nawas.
 “Bagaimana caranya?” tanya murid Abu Nawas ingin tahu.
“ Dengan merayuNya melalui pujian dan doa.” kata Abu Nawas.
“Ajarkanlah doa itu padaku wahai guru.” pinta murid Abu Nawas.
“Doa itu adalah: Ilahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa ‘alan naril jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil ‘azhimi. Artinya : “Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.”

Alkisah Muhammad bin khumair,



Alkisah Muhammad bin khumair,
Pada suatu hari ia berjalan-jalan dihutan tiba-tiba ada ular yang berlari-lari tergesa-gesa datang kepada muhammad bin khumair, meminta prtolongan kepadanya ketika ditanya oleh muhammad bin khumair, "wahai ular mengapa kau tergesa2", ular menjawab "aku ingin dibunuh oleh seorang pemburu maka dari itu aku minta perlindungan darimu".
"Jika begitu masukklah kau kedalam jubah" ujar muhammad bin khumair.
Tidak, aku ingin masuk kedalam tubuhmu saja, ujar ular. muhammad bin khumair lalu menyutujuinya setelah berpikir berkali-kali.
"Masuklah kau kedalam mulutku". Lalu masukklah ular kedalam mulut muhammad bin khumair.
Ketika datang seorang pembunuh dihadapan muhammad, "wahai saudara apakah kau melihat ular berlari disekitar sini?
muhammad bin khumair: menjawab tidak tahu, mungkin ia ada disekitar sana. muhammad bin khumair berbohong, setelah itu ia beristighfar kepada allah, ketika keadaan telah aman, muhammad bin khumair berkata, wahai ular pemburu tersebut telah pergi, kini kau dapat keluar,  namun si ular telah merasa nyaman berada dalam tubuh muhammad bin khumair,
aku sudah merasa nyaman berada disini, dan aku hanya tinggal memilih apakah hati atau jantung yang ku makan duluan, ternyata ular mengkhianati muhammad bin khumair
wahai ular mengapa kau berkhianat. Ternyata ular memiliki dendam kepada umat manusia, ingatkah kau, nenek moyangku dulu terusir dari surga karna ulah kalian manusia(nabi adam). kini ku tinggal memilih jantung dulu atau hati dulu yang ku makan.
Ujar muhammad bin khumair: tunggulah sebentar ular kau boleh memakan jantung/hatiku, tetapi tunggu dulu ku ingin mencari tempat/gunung yang tinggi setelah itu terserah kau.
Setelah muhammad berda ditempat yang tinggi, muhammad bin khumair membaringkan tubuhnya menghadap kelangit, seolah-olah putuslah harapan untuk hidup. Sambil berdzikir tiada henti kepada allah yaa latief yaa latief. Memohon pertolongan kepada allah...
Tiba-tiba datang pemuda tampan dan sangat wangi bertanya kepada muhammad ada apa saudaraku kau begitu pucat, diceritakannya lah kepada lelaki tersebut
Lalu lelaki tersebut memberikan daun kepada khumair lalu disuruhnya untuk mengunyahnya. Maka ular didalam perut muhammad bin khumair bergeliat dan setelah ia berak ular tersebut dalam keadaan terpotong.
Ketika ditanya kepad lelaki tersebut oleh Muhammad bin khumair
siapakah anda?
saya al ma.ruf malaikat allah saya tinggal di langit ke tujuh. Ketika anda berdzikir yaa latief para malaikat mengadu kepada allah. Allah dengan al latiefnya kemudian memerintahkanku mengambil daun yang ku berikan kepada mu di syurga kemudian menemuimu.
Allahu akbar.

Kisah imam malik yang pandai menyembunyikan masalah



Kisah imam malik yang pandai menyembunyikan masalah
alkisah imam malik guru imam syafii. Ketika imam malik membaca hadist, beliau terlihat tidak seperti biasanya, ketika ditanya muridnya
"wahai syech, apakah anda sakit?"
syek imam malik menggeleng, beliau terus terlihat keringatan, sampai mendekati akhir begitu menggigil. Lalu muridnya bertanya
"Wahai syeh mengapa tubuhmu begitu menggigil?"
Begitu dibuka jubahnya, dilihatnya kalajengking yang menggigit beliau,
"yaa syech mengapa tak kau ceritakan kepada kami?
"Aku tak ingin menyusahkan kalian dan aku malu dengan rasulullah sebab ini adalah hadist"
subhanallah lihatlah imam malik, dia seorang yang pandai menyembunyikan masalah/musibah. Sehingga adanya masalah yg menerpanya,Cukup dia dan allah yg tahu.
Hikmah:
Jangnlah dari kita suka menceritakan ksana kemari msalah yang kita punya sebab itu bs saja menjadi fitnah.

Kisah kau dan aku



Kisah kau dan aku
Ada sebuah kisah yang kini
ku tuangkan dalam sebuah cerita
kisah kau dan aku...
Cerita kita yang tak ada habisnya...
Indah jika q mengingat pada awalnya
namun sakit ketika sampai pada akhirnya
begitulah hiruk pikuk bercinta
semua ada suka dan dukanya.
Cinta itu sejati namun tak abadi
anggap saja hanya sekedar berbagi rasa. 

sebuah kenangan




Ada sebuah kenangan yang takkan terbagi
dan tergantikn dengan yang lain,
selalu abadi dihati ,
terekam sempurna dimemori
Ialah saat kita bersama dengan orang yang disayangi

(SAHABAT)