WELCOME IN MY BLOG...

Terima kasih anda telah bersedia mengunjungi blog pribadi saya...Sungguh kehormatan yang begitu besar buat saya... Semoga anda bisa memberikan koment-koment yang berarti buat saya. dan semoga kita bisa belajar bersama untuk memaknai kehidupan

Salam hangat

sandri/akang john

about me

Foto Saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
aku adalah seseorang yang sedang mencari jati diri, dan pembekalan hidup utk menghadap sang rabb...oleh karna itu, ku selalu belajar, dan terus belajar untuk memaknai hidup,mencoba menyelesaikan permasalahan2 yang ku temui dan sharing kepada orang lain kemudian berbagi kepada orang lain mengenai pengalamanku itu... semoga apa yang ku lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain...amien

Sabtu, 10 Desember 2011

KESALAHAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN PART 3

KESALAHAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN PART 3

Diapotik tempatku bekerja, tiap pekerjaan telah dibagi rata, ada yang mengurusin barang luar/ hv/obat bebas, adapula yang mengurusin obat dalam/obat keras serta adajuga yang mengurusin obat narkotik psikotropik.
Dan kali ini saya akan bercerita mengenai teman saya yang dalam cerita ini sebut saja namax edi. Edi adalah seorang AA( asisten apoteker ) narkotik dan psikotropik,,, posisiku diapotik itu hanyalah seorang partimer, sehingga wewenangku tidak lain dan tidak bukan lulusan smf/ sekolah menengah farmasi. Sebenarnya ia masih sangat muda dariku, meski begitu, apoteker pengelola apotik tempat ku bekerja memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengurusin obat hanya membantu pekerjaan kefarmasian.
Hmmmm..si edi,temenku ini tipe orang yang gugupan,cepat takut,tak pandai berdebat, dan cepat gelisah apabila terimpa suatu masalah kecil…
Kejadian bermula pada saat lagi asyik asyikx  berbincang-bincang bersama temen-temen, bensenda gurau,dan lain-lain. Datanglah seorang pasien dari tampilannya ia seperti keturunan orang belanda, dengan bahasa Indonesia yang agak semrawut dan kurang fasih dalam mengucapkanx.  Pasien itu berniat untuk membeli obat MST, dimana obat itu tergolong obat psikotropik dan harus dibeli dengan resep dokter, ketika itu mengungkapkan maksudx untuk menebus obat, salah satu karyawan  apotik sebut saja ani,. Ani berkata  “ anda membawa resep pak ???”  kemudian  pasien itu memberikan salinan resep dari apotik lain, temen saya yang bernama edi melihat obat di lemari psikotropik,,hmm sebenarnya stok obat MST masih banyak namun karna ia agak malas-malasan melayani pasien tersebut, karena diperlukan waktu untuk memberikan informasi kepada si pasien tadi bahwa obat tersebut  tidak dapat dibeli hanya dengan salinan resep, sebab diperlukan resep asli apabila ingin menebus obat tersebut. Selain itu edi pula berpikir, belum lagi apabila pasien itu tidak terima karna obat obat yang apabila ada tapi tidak diberikan,,, akhirnya ia berinisiatif mengatakan “ maaf pak obat MST nya habis” dan memang benar pasien tidak terima dan terjadi perdebatan
“ mengapa obatnya bisa habis” sambil marah dgn logat belandanya.
hmmm,,kosong distributor pak”
saya langganan disini ,tiap kali saya beli, obatnya selalu ada”
“ ia pak,tapi untuk kali ini obatnya kebetulan habis
makanya dipesan, jangan sampai habis obanya, saya kecewa dengan system pelayanan di apotik ini, kurang memuaskan…………….bla bla bla
Padahal saya mau beli banyak ( sambil menunjukkan resep asli 2 lembar obt MST @ 30 biji ) “
Apaaaaaaaaaaaa,,,,,,,ternyata pasien tersebut  mempunyai resep aslinya, namun karena terlanjur malu dan terlanjur pula berkata bahwa obatnya habis,,,kami hanya dapat mengatakan
maaf pak obatnya habis @@@@@wkwkwkwk
Sayang sekali padahal kalau pasien menebus resepnya semua yaitu 2 resep@ 30 biji= 60 biji total biayanya mencapai 1 juta lebih…

Evaluasi:
BELAJARLAH UNTUK BERSIKAP JUJUR, JUJUR DALAM BEKERJA, TIDAK MEMANDANG SIAPA ORANGX DALAM KONDISI APAPUN , DAN TIDAK MENGHARAPKAN KEUNTUNGAN SAJA,SEBAB SEORANG YANG PROFESIONAL, HATINYA PUN HARUS PROFESIONAL.

 
                           

KESALAHAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN PART 2

KESALAHAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN PART 2
Pada waktu itu apotik kedatangan tamu, yaitu seorang anak  PKL ( praktik kerja lapangan) dari smf, Sebut saja namanya arina. Arina adalah anak pkl smf yang magang di apotikku  selama kurun waktu 1 bulan bersama temanx eri. Arina  mungkin bisa dibilang  kurang aktif disaat masa pkl nya. Sebab dikala ada kerjaan, ia menunggu untuk disuruh, baru bergerak….
Hmmm…singkat cerita, sore ketika ada tukang antar obat datang dari suatu PBF  yaitu BSF ( bina san prima ), mengantar barang/obat yang dipesan..kemudian  obat tersebut dicek , disesuaikan dengan surat pesanan  ( sp) yang sebelumnya dibuat. Setelah diterima, faktur obat ditandatangani oleh penerimanya dan terakhir disusun didalam kotak obat yang tersedia.
Pada waktu itu ada obat dari pabrik sanbe, namanya osteox 7,5 mg dengan khasiat sebagai obat nyeri  dan obat preabor  dengan khasiat sebagai obat penguat kandungan. Kedua obat tersebut warna kemasanx sama yaitu biru putih,,,obat itupun lalu disusun sesuai tempatnya oleh anak pkl yang bernama arina.

Singkat cerita..malamnya ketika praktek dokter kandungan dr. prima dp, muncullah resep obat dari seorang pasien bernama sindy. Dimana pada resep tersebut terdapat obat preabor ( penguat kandungan). Yahhhh obat obat itu selalu muncul tiap malamnya dan selalu ada stoknya sebab dokter berpesan jangan sampai kosong obat itu. Jadi pasti selalu ada, setelah dihargakan, resep dioper kebelakang,  lalu diambil obat dari kotak obat, diberi etiket dan diserahkan kepada pasien….semua berjalan baik, para karyawan apotik  santai dalam melayani obat, seperti tiada beban..enjoy
Keesokan harinya seorang pasien atas nama sindy , datang dan mengkaim apotik telah melakukan kesalahan dalam penyerahan obat kepada pasien wowwwww…
Kamipun tidak tahu apa yang dimaksud pasien tersebut,  namun setelah ia menjelaskan mengenai obat yang didapatnya berbeda dengan informasi yang diberikan oleh si penyerah obat, ia pun merasa pihak apotik  lalai
Jadi obt yang didapat ostelox dengan aturan pakai 3x1 dengan informasi sbgai obat  penguat kandungan ,,,padahal ketika ia membaca brosur obat yang terdapat pada kotak obat yang didapatnya tertera indikasi obat sebagai obat nyeri teruma nyeri yang berhubungan dengan  rematoid…
Sangat berbahaya apabila obat ini sampai dimakan oeh ibu yang hamil…  untung saja pasien tsb adalah orang yang mengerti dunia kesehatan karna ia adalah pengajar pada  stiekes. Ia pun marah tiada habisnya pada apotik dan sempat melaporkan kepada dokter kandunganx yaitu dr. prima yang kebetulan praktekx di apotik itu juga,,,
Melihat kondisi tersebut, pihak apotik mengganti obat yang salah tadi dengan obat yg sebenarx,  dan memberikan diskon sebesar  25% pada obt tersebut… dan pasien bisa menerima akan hal itu…

Setelah diteliti lebih lanjut kesalahan yang terjadi sangaaaaaaat fatal dan berantai…
Awal mula obat datang dari PBF..lalu disusun pada kotak obat, namun karna kurang teliti dari si penyusun barang yaitu anak pkl tadi yang bernama arina,,obat ostelox 7,5 tertaruh pada kotak preabor, hal ini dikarenakan kedua obat tersebut kemasan kotaknya sama persis biru putih,,,yang membedakan hanyaah nama obat tersebut…
Akhirx ketika resep datang, obat diambil dari kotaknya  tanpa memperhatikan lagi obat apa yang diambil kemudian tulisan obat ostelox 7,5 tadi tertutupi oleh etiket yang ditempel pada kotak obt tadi,,dan ketika obat diserahkan kepada pasien tak diperiksa obat apa yang diserahkan kepada pasien… sangat fatal dan berantai

Evaluasi:
Buat apotik,,, pekerjaan kefarmasian adalah pekerjaan professional dimana perlu kecermatan didalamnya,,walaupun obat obat yang sering dihadapi itu  selalu sama,,namun JANGAN MENGANGGAP SEPELE, SEBAB OBAT  BERHUBUNGAN SAMA NYAWA ORANG.
Buat pbf  : terutama sanbe farma…. Kreatif dikit donk. Bikin kemasan obat aja sama mana kreatifitasnya???????